NORMALISASI
Definisi
Normalisasi adalah suatu teknikuntuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
Tujuan dari normalisasi
- Untuk menghilangkan kerangkapan data
- Untuk mengurangi kompleksitas
- Untuk mempermudah pemodifikasian data
Proses Normalisasi
Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahapan Normalisasi
- Bentuk Tidak Normal
- Bentuk Normal Pertama (1NF) (Menghilangkan perulangan group)
- Bentuk Normal Kedua (2NF) (Menghilangkan ketergantungan sebagian)
- Bentuk Normal Ketiga (3NF) (Menghilangkan ketergantungan transitif)
- Bentuk Normal Boyce-Codd (BCNF) (Menghilangkan anomali-anomali hasil dari ketergantungan
fungsional)
- Bentuk Normal Keempat (4NF) (Menghilangkan Ketergantungan Multivalue)
- Bentuk Normal Kelima (Menghilangkan anomali-anomali yang tersisa)
Tentang Basis Data
Monday, 13 January 2014
Materi Singkat Tentang Basis Data
DESKRIPSI BASIS DATA
Bahasa basis data umumnya dapat ditempelkan (embbeded) ke bahasa pemrogarman lain, misalkan ditempelkan kedalam bahasa Java,C/C++, Pascal, Basic, Fortran, dan lainnya. Bahasa ini disebut sebagai inang (host language).
Pada program bahasa inang yang telah ditempeli kode-kode bahasa basisdata, maka saat source program dikompilasi terlebih dahulu dilewatkan ke pre-kompilator (pre-compiler) yang kemudian diterjemahkan sebagai instruksi bahasa basisdata menjadi instruksi asli bahasa pemrograman inang.
Selain itu vendor DBMS juga selalu menyertakan fasilitas interaktif memberi perintah ke DBMS secara langsung.
Cara ini umumnya dipergunakan administrator untuk menjalankan tugasnya mengolah seluruh basisdata organisasi.
KOMPONEN BAHASA BASIS DATA
Berdasarkan fungsinya, bahasa basis data dapat dipilah ke dalam 3 (tiga) bentuk yaitu :
1. Data Control Language (DCL)
2. Data Definition Language (DDL)
3. Data Manipulation Language (DML)
DATA CONTROL LANGUAGE (DCL)
DCL merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
Struktur / skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yaitu DDL. Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel (create table) baru, indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table, dan lainnya. Hasil dari kompilasi perintah DDL, adalah kumpulan table yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (data dictionary).
Kamus data merupakan suatu metadata (superdata), yaitu data yang mendiskripsikan data sesungguhnya. Contoh perintah DDL dengan Foxpro adalah create matakuliah, modify report, modify structure, dan lainnya, sedangkan perintah DDL dengan MS-SQL Server 2000, contohnya adalah create new database dbPenjadwalan dan contoh lainnya adalah new table dosen.
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
Data Manipulation Language (DML) Bentuk bahasa basis data untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data pada dabase dapat berupa :
1). Penyisipan / penambahan data pada file / table dalam
suatu basis data.
2). Penghapusan data pada file / table dalam suatu basis
data.
3). Pengubahan data pada file / table dalam suatu basis
data.
4). Penelusuran data pada file / table dalam suatu basis
data.
DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data. Ada 2 (dua) jenis DML adalah sebagai berikuit :
1.Prosedural, yang mensyaratkan pemakai menentukan, data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya. Contoh :dBase, FoxBase
2.Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya. Contoh: SQL, QBE
QUERY
Query adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi di dalam suatu basis data. Query merupakan bagian dari DML yang untuk pengambilan informasi disebut Query Language.
Sistem Basis Data – Entity Relationship Diagram (ERD)
Bahasa basis data umumnya dapat ditempelkan (embbeded) ke bahasa pemrogarman lain, misalkan ditempelkan kedalam bahasa Java,C/C++, Pascal, Basic, Fortran, dan lainnya. Bahasa ini disebut sebagai inang (host language).
Pada program bahasa inang yang telah ditempeli kode-kode bahasa basisdata, maka saat source program dikompilasi terlebih dahulu dilewatkan ke pre-kompilator (pre-compiler) yang kemudian diterjemahkan sebagai instruksi bahasa basisdata menjadi instruksi asli bahasa pemrograman inang.
Selain itu vendor DBMS juga selalu menyertakan fasilitas interaktif memberi perintah ke DBMS secara langsung.
Cara ini umumnya dipergunakan administrator untuk menjalankan tugasnya mengolah seluruh basisdata organisasi.
KOMPONEN BAHASA BASIS DATA
Berdasarkan fungsinya, bahasa basis data dapat dipilah ke dalam 3 (tiga) bentuk yaitu :
1. Data Control Language (DCL)
2. Data Definition Language (DDL)
3. Data Manipulation Language (DML)
DATA CONTROL LANGUAGE (DCL)
DCL merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.
DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)
Struktur / skema basis data yang menggambarkan / mewakili desain basis data secara keseluruhan dispesifikasikan dengan bahasa khusus yaitu DDL. Dengan bahasa ini kita dapat membuat tabel (create table) baru, indeks, mengubah table, menentukan struktur penyimpanan table, dan lainnya. Hasil dari kompilasi perintah DDL, adalah kumpulan table yang disimpan dalam file khusus yang disebut kamus data (data dictionary).
Kamus data merupakan suatu metadata (superdata), yaitu data yang mendiskripsikan data sesungguhnya. Contoh perintah DDL dengan Foxpro adalah create matakuliah, modify report, modify structure, dan lainnya, sedangkan perintah DDL dengan MS-SQL Server 2000, contohnya adalah create new database dbPenjadwalan dan contoh lainnya adalah new table dosen.
DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
Data Manipulation Language (DML) Bentuk bahasa basis data untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. Manipulasi data pada dabase dapat berupa :
1). Penyisipan / penambahan data pada file / table dalam
suatu basis data.
2). Penghapusan data pada file / table dalam suatu basis
data.
3). Pengubahan data pada file / table dalam suatu basis
data.
4). Penelusuran data pada file / table dalam suatu basis
data.
DML merupakan bahasa yang bertujuan memudahkan pemakai untuk mengakses data sebagaimana direpresentasikan oleh model data. Ada 2 (dua) jenis DML adalah sebagai berikuit :
1.Prosedural, yang mensyaratkan pemakai menentukan, data apa yang diinginkan serta bagaimana cara mendapatkannya. Contoh :dBase, FoxBase
2.Nonprosedural, yang membuat pemakai dapat menentukan data apa yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara mendapatkannya. Contoh: SQL, QBE
QUERY
Query adalah pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi di dalam suatu basis data. Query merupakan bagian dari DML yang untuk pengambilan informasi disebut Query Language.
Sistem Basis Data – Entity Relationship Diagram (ERD)
Bahasan Sistem Basis Data kali
ini tentang Entity Relationship Diagram (ERD) salah satu bentuk
pemodelan basis data yang sering digunakan dalam pengembangan sistem informasi.
Bahasan meliputi: Pengertian ERD, Notasi ERD, Metode ERD, Tahap ERD,
Kardinalitas, dan Contoh kasus ERD
Pengertian ERD
Dalam rekayasa perangkat lunak,
sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual
representasi data. Entity-Relationship adalah salah satu metode
pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk
jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis
data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. Diagram untuk
menggambarkan model Entitiy-Relationship ini disebut Entitiy-Relationship
diagram, ER diagram, atau ERD.
Notasi ERD
Ada sejumlah konvensi mengenai
Notasi ERD. Notasi klasik sering digunakan untuk model konseptual.
Berbagai notasi lain juga digunakan untuk menggambarkan secara logis dan fisik
dari suatu basis data, salah satunya adalah IDEF1X.
Notasi-notasi simbolik yang
digunakan dalam Entity Relationship Diagram adalah sebagai berikut :
- Entitas, Adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999). Ada dua macam entitas yaitu entitas kuat dan entitas lemah. Entitas kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas lainnya. Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam suatu relasi.
- Atribut, Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci entitas atau key diberi garis bawah.
- Relasi atau Hubungan, Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
- Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis.
Derajat relasi atau kardinalitas
Menunjukkan jumlah maksimum entitas
yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Macam-macam
kardinalitas adalah:
- Satu ke satu (one to one), Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
- Satu ke banyak (one to many), Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
- Banyak ke banyak (many to many), Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya.
Tahap ERD
Tahap pertama pada desain sistem
informasi menggunakan model ER adalah menggambarkan kebutuhan informasi atau
jenis informasi yang akan disimpan dalam database. Teknik pemodelan data dapat
digunakan untuk menggambarkan setiap ontologi (yaitu gambaran dan klasifikasi
dari istilah yang digunakan dan hubungan anatar informasi) untuk wilayah
tertentu.
Tahap berikutnya disebut
desain logis, dimana data dipetakan ke model data yang logis, seperti model
relasional. Model data yang loguis ini kemudian dipetakan menjadi model
fisik , sehingga kadang-kadang, Tahap kedua ini disebut sebagai “desain fisik”.
Subscribe to:
Posts (Atom)